Oleh : Hery Buha Manalu, Dosen STT Paulus Medan, Penggiat Lingkungan dan Budaya
Pengaruh dan perkembangan kopi bertumbuh dan membudaya mengalami dinamika panjang. Perkembangannya menjadi kedai kopi berjalan pesat di jazirah Arab, terutama Mekkah dan Madinah pada tahun 1400 M. Kemudian diperkenalkan di Konstantinopel oleh bangsa Turki (kesultanan Utsmaniyah) pada tahun 1453 M. Kedai kopi yang pertama kali tercatat di sana bernama Kiva Han yang dibuka tahun 1475. Pengaruhnya membudaya Tahun 1600 M Paus Clement VIII, menegaskan untuk mempertimbangkan bahwa ‘budaya ngopi’
Pengaruh dan perkembangannya terus bertumbuh, Sejarahnya yang meliputi penyebaran dan pengolahan tanaman ini. Sejarahnya mulai dicatat sejak abad ke-9. Awal mulanya hanya ada di Ethiopia; biji-bijian asli ditanam oleh orang Ethiopia dataran tinggi. Akan tetapi, ketika Bangsa Arab mulai memperluas perdagangannya, bijinya pun meluas sampai ke Afrika Utara dan ditanam secara massal di sana. Dari Afrika Utara. Terus meluas ke Asia hingga pasaran Eropa, dan ketenarannya sebagai minuman mulai menyebar.
Pengaruh dan perkembangan budaya dan tanaman ini menyebar dan dibawa masuk ke Indonesia pada masa kolonial Belanda, yang berhasil membuat Indonesia menjadi salah satu negara penghasil utama di dunia hingga kini. Namun, akibat arus globalisasi dan kapitalisme Belanda yang diterima Indonesia, budaya kopi Indonesia hanya menjadi bagian dari keseharian dan tidak banyak diapresiasi masyarakat lokal. Salah satu temuan penting adalah budaya kopi yang ada di Indonesia mendapatkan banyak pengaruh dari Eropa (Italia), Cina, Melayu, dan budaya lokal (seperti Jawa, Sumatra, dan lain-lain); baik dalam hal pengolahan maupun dalam penyajian.
Tanamannya menyebar dan mengalamin perkembangan dari masa ke masa mulai dikenal sebagai minuman energi. Komuditas ini mengalami perkembangan dari masa ke masa mulai dari tahun 1000 SM mulai dikenal oleh suku Galia di Afrika Timur. Memasuki tahun 5 M sudah dikenal di pelosok Ethopia. Kemudian tahun 700-1000 M dikenal pertama kali oleh bangsa Arab sebagai minuman energi (untuk begadang).
Pengaruh dan perkembangan budaya atas tanaman ini menjadi lebih menarik. Sumber pertama berada di Mocha salah satu daerah di Yaman. Kemudian tahun 1000 M Ibnu Sina menyelidiki zat kimiawi kopi, dokumennya merupakan dokumen pertama yang diketahui membedah komuditad ini dari ilmu kedokteran dan kesehatan. Penyebarannya berjalan pesat di jazirah Arab, terutama Mekkah dan Madinah pada tahun1400 M. Hingga diperkenalkan di Konstantinopel oleh bangsa Turki (kesultanan Utsmaniyah) pada tahun 1453 M.
Perkembangannya terus meluas dan menjadi kebiasan yang meluas pula. Kedai kopi yang pertama kali tercatat di sana bernama Kiva Han yang dibuka tahun 1475. Tahun 1600 M Paus Clement VIII, menegaskan untuk mempertimbangkan bahwa ‘budaya ngopi’ merupakan sebuah bid’ah, ‘budaya luar’ yang dapat mengancam (infidel) dan karena itu berdosa bagi yang meminumnya. Namun kemudian ia mengizinkan jika ‘ngopi’ menjadi bagian (alternatif) dari makanan atau minuman yang halal dimakan oleh seorang Kristen. Pada tahun itu juga, lalu dibawa dari Mekkah ke jazirah India (Asia kecil) oleh orang yang bernama Baba Budan ketika pulang haji dari Mekkah.
Perkembagan dan penyebarannya menjadi kebiasaan membudaya. Kemudian 1616 M dibawa dari Mocha (Yaman) ke Belanda. Tahun 1645 M kedai kopi pertama dibuka di Venice, Italia. Tahun 1650 M kedai kopi pertama dibuka di negeri Kristen (Christendom) tepatnya di Oxford. Tahun 1658 M Belanda membuka kebun pertama di Ceylon (Srilank)). Memasuki tahun 1668 M kedai‘Edward Lloyd’s’ dibuka di London. Dari sinilah kemudian Edward membuka perusahaan asuransi paling terkemuka di dunia Lloyd of London Insurance.
Pengaruh perkembangannya hingga ke Eropa. Kemudian bertumbuh meluas dikenal di Amerika Utara tahun 1668 M. Kemudian tahun 1669 M kedai kopi dikenalkan di Paris oleh duta besar Turki kepada raja Louis XIV. Memasuki tahun 1670 M London menggandrunginya. Lalu Kedainya dibuka di setiap sudut London. Lalu mulai diperkenalkan di Jerman. Di Brasilia, penanaman kopi di mulai. Jenis yang ditanam adalah Coffea Arabica Lind. Tahun 1674 M Petisi Perempuan menentang komuditas ini dikeluarkan di London. Kemudian tahun 1675 M hidangan teh (tea house) mulai dikenalkan di Belanda. Sebelumnya yang ada cuma sajian minuman bir/malt.
Namun, pada tahun 1675 M Raja Charles II menutup seluruh kedainya di London, tuduhan utamanya adalah sebagai tempat pemufakatan makar. Kemudian tahun 1679 M ahli kimia di Marseilles, Prancis memberikan kesaksian bahwa kopi merusak dan membahayakan kesehatan. Tahun 1679 M kedai kopi pertama dibuka di Hamburg, Jerman.
Memasuki tahun 1688 M lebih dari 800 kedai dibuka di daerah Soho (Inggris), terutama oleh pelarian Kristen Calvinis dari Prancis (Huguenots). Tahun 1689 M Café khas Prancis pertama dibuka, bernama Café de Procope walau dengan suasana krisis setelah pengumuman yang merusak kesehatan. Tahun 1696 M kedai kopi pertama bernama The King’s Arms dibuka di New York. Seorang warga negara Belanda bernama Zwaardecroon (nantinya Gubernur Jenderal Belanda), membawa beberapa benih tanaman dari Mokha ke Bogor, Indonesia. Seiring berkembangnya waktu, benih ini menjadi tanaman komoditas terpenting di Hindia Belanda.
Pengaruh dan Perkembangannya menjadi budaya baru yang cukup mempengaruhi dunia. Perkembangannya pesat bahkan menjadi bahan penelitian. Kemudian tahun 1706 M kopi Jawa diteliti Belanda di Amsterdam. Kopi Jawa hasil penelitian oleh Belanda diperkenalkan dan ditanam di Jardin des Plantes oleh raja Louis XIV pada tahun 1714 M. Tahun 1720 M kedai kopi Florian bertahan buka di Florence. Tahun 1723 M Gabriel du Clieu membawa biji kopi dari Prancis ke Martinique. Kemudian tahun 1727 M Francisco de Mello membawa biji kopi dari Prancis untuk ditanam di Brazil. Tahun 1730 M Inggris menanam kopi di Jamaica. Kemudian tahun 1732 M Johann Sebastian Bach membuat komposisi Coffee Cantata, di Leipzig. Kantata ini menggambarkan perjalanan spiritual yang juga sebagai parodi atas ketakutan orang Jerman terhadap pesatnya popularitas kopi di Jerman (bangsa Jerman penggemar bir).
Pengaruh perkembangan kopi dalam perjalannya tidak sekedar kesukaan tapi menuai kritikan. Tahun 1777 M Raja Jerman (Prussia) mengumumkan kritikan dan pelarangan atas kopi, dan mengumumkan bir sebagai minuman nasional Jerman Raya. Tahun 1790 M Kedai kopi awal khas British menghilang perlahan tergantikan oleh kedai beer (tavern). Kemudian tahun 1802 M Cafe sebagai kata yang menunjukkan tempat mulai diperkenalkan di Inggris (sebelumnya coffee house). Kata ini berasal dari kata Prancis ‘eafé’ dan hampir seakar dengan bahasa Italia ‘caffe’. Café menunjukan sebuah tempat yang merupakan restoran dengan menu utama minuman kopi.
Kopi impor dari Brazil pertama kali masuk pasar Amerika di Salem, Massasuchet tahun 1809 M. Tahun 1820 M Zat Caffeine dalam minuman kopi ditemukan berbarengan oleh tiga penelitian berbeda – dan, tentunya masing-masing peneliti itu bekerja sendiri-sendiri – yang dilakukan oleh Runge, Robiquet, Pelletier dan Caventou. Tahun 1822 M Prototip dari sebuah mesin kopi espresso dibuat di Prancis. Tahun 1839 M kata ‘Cafetaria’ diperkenalkan sebagai kata hibrida (gabungan) dari Meksiko, Spanyol dan Inggris. Tahun 1859 M Michael Thonet’s Vienna Café chair No. 14 (bangku kedai kopi khusus diperkenalkan pertama kali sebagai ‘bangku yang cocok digunakan sambil menghirup kopi’. Tahun 1869 M Cofee leaf rust (jamur kopi) pertama kali diketemukan di Srilanka dan tanaman kopi di Asia.
Perkembangannya kemudian menjadi kemasan. Pada tahun 1873 M kopi dalam kemasan secara massal diperkenalkan pertama kali di Amerika oleh John Arbukle. Kemudian tahun 1882 M dibentuk The New York Coffee Exchange. Namun, pada tahun 1869 M berjangkit suatu penyakit jamur di seluruh Asia yang menyebabkan kerusakan komuditas ini berjenis Coffea Arabica Lind yang waktu itu banyak ditanam di Asia. Hingga pada akhir-akhir ini orang mulai menanam bermacam-macam jenisnya yang banyak terdapat di daerah Congo. (*/Red)