Oleh : Intan Maharany, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB
Bagi Sabila Nur Zahra, hidup adalah tentang mengalir, tetapi bukan berarti tanpa arah dan tidak memiliki arah tujuan. Baginya, caranya menjalani hidup dengan mengalir mengikuti arus kehidupan sambil tetap berpegang untuk mencapai tujuan yang yang telah ia tetapkan. Perjalanan akademik dan karirnya tidak hanya tentang mengikuti arus, tetapi juga menemukan arah yang tepat untuk berkembang. Prinsip hidupnya inilah yang membawanya dalam perjalanan dari bangku kuliah hingga menjadi asisten dosen, sambil tetap mengembangkan bisnis fashionnya.
Lahir di Bogor pada 21 April 2002, Sabila yang akrab disapa Bebel merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Setelah lulus dari SMA Pesat Bogor, ia melanjutkan pendidikan di Sekolah Vokasi IPB dengan program studi Ekowisata. Pilihan ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya, ia sempat mendaftar di Fakultas Kehutanan IPB untuk program Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata. Hal ini menunjukkan betapa besarnya ketertarikannya dalam dunia Ekowisata.
Langkah Awal dalam Dunia Akademik
Sebelum resmi lulus pada 2024, Sabila telah diberi kesempatan besar untuk menjadi asisten dosen bagi mahasiswa Ekowisata. Sejak Januari hingga Juni 2024, ia mengajar berbagai mata kuliah dan mendampingi praktikum mahasiswa. Namun, setelah lulus, ia memutuskan untuk berhenti sejenak untuk mengeksplorasi pengalaman baru di luar akademik. Akhirnya, selama jeda dari dunia perkuliahan, Sabila berhasil mengembangkan bisnis fashion wanita bernama “Amata_Colection”, yang berfokus pada pakaian kasual, kemeja, gamis, kerudung, dan berbagai fashion item lainnya.
Namun, panggilan akademik kembali menarik perhatiannya. Pada Januari 2025, ia memutuskan untuk kembali menjadi asisten dosen dan kali ini membimbing mahasiswa semester 2 dan 4 dalam tiga mata kuliah. Meski kembali ke dunia akademik, bisnisnya yang dimulainya tetap berjalan dengan dukungan keluarga.
Pengalaman dan Tantangan Mengajar
Salah satu pengalaman paling berkesan baginya adalah ketika pertama kali mengajar mahasiswa yang merupakan adik tingkatnya sendiri. Dengan tidak adanya pengalaman mengajar sebelumnya, ia merasa tertantang untuk meningkatkan kepercayaan diri dalam berbicara di depan umum. Mengajar di dalam kelas tentu menjadi tantangan tersendiri, tetapi itulah yang menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi Sabila, ditambah mendampingi mahasiswa dalam praktikum di Ekowisata menjadi pengalaman yang sangat menarik. Berada di lapangan, berinteraksi langsung dengan mahasiswa, dan membimbing mereka dalam berbagai kegiatan membuatnya semakin menikmati perannya. Menjadi asisten dosen juga ternyata merupakan cerminan dari impian masa kecilnya untuk menjadi seorang guru.
Membagi Waktu di Luar Perkuliahan dan Meraih Cumlaude
Dengan berbagai aktivitas yang dijalaninya, Sabila berhasil menyelesaikan studinya dengan predikat cumlaude. Hal ini tentunya buah dari ketekunannya semasa kuliah, serta manajemen waktu dan skala prioritas yang jelas. Ia selalu mendahulukan tugas-tugas dengan tenggat waktu terdekat sebelum beralih ke kegiatan lain, baik itu organisasi maupun kepanitiaan. Prinsip ini membantunya tetap produktif di tengah kesibukan kuliah, organisasi, dan kepanitiaan.
Dalam dunia organisasi, Sabila aktif dalam dua organisasi, yaitu HIMATA (Himpunan Mahasiswa Ekowisata) di divisi Event dan Kerjasama serta HMPI (Himpunan Mahasiswa Pariwisata Indonesia). Dalam kepanitiaan, ia telah berkontribusi dalam empat event besar Ekowisata sebagai sekretaris, posisi yang sangat ia nikmati karena sejalan dengan minat dan hobinya dalam menulis dan membaca.
Sabila mendapatkan sertifikasi sebagai pemandu wisata dari IPB melalui program Bantuan Pendanaan Program Sertikom Tahun 2024. Ia berhasil lolos seleksi dari program studinya dan mengikuti serangkaian tes sertifikasi hingga mendapatkan pengakuan sebagai pemandu wisata bersertifikat.
Prinsip Hidup dan Rencana Ke Depan
Bagi Sabila, hidup harus dijalani dengan mengalir, tetapi tetap memiliki tujuan yang jelas. Prinsip ini membawanya pada pencapaian-pencapaian luar biasa. Untuk masa depan, Sabila ingin terus memperluas relasi melalui pekerjaannya sebagai asisten dosen, serta mengembangkan bisnisnya agar semakin dikenal luas. Meski memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, untuk saat ini ia ingin fokus pada dua tujuan utamanya tersebut terlebih dahulu.
Sabila merasa bangga bisa menempuh pendidikan di salah satu universitas terbaik di Indonesia. Ia berpesan kepada mahasiswa lain untuk tetap semangat, meskipun ada banyak tantangan dan rintangan. “Jalanin aja selagi kita bisa handle, jangan dibikin pusing dengan overthinking yang justru bisa menghambat. Meskipun ngeluh, tetap harus dikerjain,” ujarnya. Prinsip ini mencerminkan semangatnya dalam menjalani hidup yang mengalir, namun tetap menuju tujuan yang jelas.(Red/*)