Oleh : Rafilza Meisykla Rahman, mahasiswi Program Studi Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB University
Dalam beberapa tahun terakhir, Artificial Intelligence (AI) telah menjadi topik yang sangat hangat dibicarakan di kalangan akademisi, industri, dan masyarakat umum. Tak dapat dipungkiri kemajuan teknologi sekarang sangat terbantu dengan adanya AI. Sebagai mahasiswa, tentunya perlu membagikan pandangan tentang AI dan bagaimana teknologi ini dapat mempengaruhi masa depan. AI memiliki potensi untuk mengubah berbagai aspek kehidupan, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi. Dengan kemampuan pengolahan data yang sangat besar dan kecepatan yang luar biasa, AI dapat membantu menemukan solusi untuk masalah-masalah kompleks yang selama ini tidak dapat dipecahkan. Misalnya, AI dapat membantu dokter mendiagnosis penyakit dengan lebih akurat, atau membantu guru mengembangkan metode pembelajaran yang lebih efektif.
Sejarah AI
Mari kita tarik mundur ke beberapa dekade yang lalu terkait munculnya AI. Istilah kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) pertama kali muncul pada 1956 dalam Konferensi Darthmouth. Namun, konsep AI sudah ada sejak lama, bahkan sejak abad ke-20. Pada tahun 1900-an, filsuf seperti George Boole, Alfred North Whitehead, dan Bertrand A. W. Russell telah mengembangkan teori-teori matematika yang menjadi landasan bagi pengembangan komputer dan AI. Pada tahun 1930-an, ahli seperti Alan Turing, Claude Shannon, dan John von Neumann mulai mengembangkan konsep AI lebih lanjut. Mereka membahas bagaimana komputer dapat merepresentasikan pengetahuan dan belajar dari data. Jadi, meskipun istilah AI pertama kali muncul pada tahun 1956, konsep dan pengembangan AI telah dimulai jauh sebelumnya.
Munculnya situs AI seperti ChatGPT merupakan fenomena yang cukup menarik. ChatGPT sendiri diluncurkan pada November 2022 oleh Open AI dan telah menjadi sangat populer dalam waktu singkat. Bahkan, dalam lima hari pertama setelah diluncurkan, ChatGPT telah mencapai satu juta pengguna, yang merupakan pertumbuhan yang sangat cepat dibandingkan dengan media sosial seperti Instagram dan Netflix. Selain ChatGPT, ada beberapa situs AI lainnya yang juga menawarkan kemampuan serupa, seperti BingAI, ChatSonic, dan Notion AI. Lalu pada tahun 2023 muncullah perusahaan kecerdasan buatan (AI) asal Tiongkok yang menggunakan model bahasa besar (LLM) open-source yaitu DeepSeek.
Keunggulan DeepSeek
Dampak dari kemunculan DeepSeek cukup signifikan bahkan digadang-gadang mengalahkan Open AI. Seperti Open AI, DeepSeek juga memanfaatkan teknologi machine learning dan Natural Language Processing (NLP) untuk memberikan solusi yang akurat dan efisien. Platform yang didirikan pada Desember 2023 oleh Liang Wenfeng ini memiliki banyak keunggulan, antara lain pembuatan konten teks otomatis, analisis prediktif dan integrasi dengan sistem lain. Biaya produksinya 20-50 kali lebih murah dibanding Open AI juga merupakan salah satu keunggulan DeepSeek.
Fitur-fitur yang dimiliki oleh DeepSeek dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengguna dalam bidang kecerdasan buatan (AI). DeepSeek dapat dipergunakan dalam berbagai bidang, seperti otomatisasi tugas rutin dan pengolahan data, menghasilkan konten teks seperti artikel, deskripsi produk, dan kode program. Menganalisis data dalam jumlah besar (big data), mengembangkan aplikasi berbasis AI, pengoptimalan proses bisnis dengan menganalisis alur kerja serta bisa juga dipergunakan dalam penelitian dan pengembangan eksperimen. Selain itu, DeepSeek juga dapat mendeteksi anomali atau aktivitas mencurigakan dalam sistem untuk mencegah serangan siber.
Atas banyaknya fitur dan keunggulan yang dimiliki DeepSeek tak heran apabila Open AI dapat terancam keberadaannya. DeepSeek merupakan model bahasa yang sangat menjanjikan dan memiliki potensi dapat membantu perusahaan dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitasnya. Namun, perlu diingat bahwa teknologi AI juga memiliki kelemahan dan efek negative yang perlu diwaspadai. Sebagai penerus generasi emas sudah selayaknya dapat mengikuti arus kemajuan teknologi dengan tidak terlena pada setiap keuntungannya.
Ada beberapa tips untuk mengoptimalkan adanya DeepSeek. Pertama, pahami kemampuan dan keterbatasan model bahasa DeepSeek. Kedua, tentukan tujuan awal dalam penggunaan DeepSeek, apakah untuk menghasilkan konten, menjawab pertanyaan, atau membantu dalam proses pengambilan keputusan. Ketiga, siapkan data yang berkualitas guna menghasilkan data yang relevan dan akurat. Keempat, periksa hasil dengan teliti guna menghindari adanya kesalahan dalam output data yang diinginkan. Kelima, hanya gunakan DeepSeek sebagai alat bantu dan bukan sebagai tolak ukur keputusan. Lalu yang terakhir, terus mengikuti perkembangan DeepSeek untuk memastikan penggunaan DeepSeek dengan efektif.
Kemajuan teknologi seharusnya menjadi faktor pendukung bagi umat manusia untuk berkembang bukannya untuk mengalami kemerosotan, beberapa pekerjaan sampingan saat ini banyak digantikan oleh teknologi buatan manusia. Itu menjadi bukti bahwa kedepannya akan banyak pekerjaan-pekerjaan manusia yang dapat diambil alih oleh teknologi. AI dan semacamnya harus dioptimalkan demi mendukung keberlangsungan hidup umat manusia di masa depan kelak. (Red/*)