Kopi Times | Jakarta :
Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings kembali menegaskan peringkat Sovereign Credit Rating (SCR) Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil. Keputusan ini mencerminkan optimisme terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka menengah serta kebijakan fiskal yang tetap terjaga, terutama dalam hal rasio utang pemerintah yang relatif rendah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Dalam laporannya, Fitch menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 akan ditopang oleh permintaan domestik yang solid. Belanja publik, khususnya untuk program bantuan sosial dan pembangunan infrastruktur, menjadi faktor penting dalam menjaga momentum ekspansi ekonomi, Rabu 11/4/2025.
Selain itu, investasi swasta diprediksi tetap kuat, seiring dengan kebijakan moneter yang lebih longgar pasca pemilu 2024 dan kepastian kebijakan yang semakin baik. Hilirisasi industri, yang menjadi salah satu agenda strategis pemerintah, juga dinilai akan terus memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Lebih lanjut, Fitch menilai bahwa jika Indonesia mampu memperkuat aspek struktural, meningkatkan pendapatan negara, dan memperkuat ketahanan eksternal, peluang kenaikan peringkat kredit akan semakin terbuka. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah dalam memastikan kebijakan ekonomi tetap berjalan di jalur yang tepat.
Menanggapi keputusan Fitch, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan bahwa afirmasi rating BBB dengan outlook stabil adalah bukti kepercayaan dunia internasional terhadap stabilitas makroekonomi Indonesia. “Keputusan ini mencerminkan kredibilitas kebijakan ekonomi yang diterapkan pemerintah dan Bank Indonesia di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi,” ujar Perry.
Bank Indonesia sendiri berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas ekonomi melalui kebijakan moneter yang efektif. Inflasi pada 2025 dan 2026 ditargetkan tetap terkendali dalam kisaran 2,5±1%, dengan fokus pada pengendalian harga pangan yang bersifat volatile. Sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah pusat, dan daerah akan diperkuat untuk memastikan stabilitas harga dan daya beli masyarakat tetap terjaga.
Di sisi lain, Bank Indonesia juga akan terus mencermati dinamika ekonomi global dan domestik, serta siap mengambil langkah-langkah strategis guna menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Kolaborasi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) akan terus diperkuat untuk memastikan ketahanan sektor keuangan nasional. Selain itu, koordinasi dengan pemerintah akan dioptimalkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang selaras dengan program Asta Cita.
Dengan berbagai strategi ini, Indonesia diharapkan dapat terus memperbaiki fundamental ekonominya dan membuka peluang peningkatan peringkat kredit di masa mendatang, sekaligus memastikan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. (Rel/*)