spot_img
BerandaAkademikaElvira Yusnina Marpaung, Mendedikasikan Ilmu untuk Masa Depan Perikanan

Elvira Yusnina Marpaung, Mendedikasikan Ilmu untuk Masa Depan Perikanan

Oleh : Nazwa Nayla Allaysyaa, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

Dalam dunia akademik dan penelitian, peran asisten dosen sering kali menjadi jembatan antara teori dan praktik, membantu mahasiswa memahami materi dengan lebih mendalam. Salah satu sosok yang menjalankan peran ini dengan penuh dedikasi adalah Elvira Yusnina  Marpaung. Lahir di Kisaran, Sumatera Utara, pada 5 Juli 2002, Elvira tumbuh dan berkembang di Medan. Sejak kecil, ia telah menunjukkan minat yang besar terhadap ilmu pengetahuan dan alam, terutama terhadap kehidupan di perairan.

Perjalanan akademiknya dimulai dari SD 015919 Pinanggripan, tempat di mana ia memulai pendidikannya. Kemudian, ia melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Sei Dadap dan SMA Negeri 2 Kisaran, di mana ia semakin mendalami minatnya terhadap sains dan lingkungan. Cita-citanya untuk berkontribusi dalam bidang perikanan semakin kuat ketika ia diterima di Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 2020. Selama masa kuliahnya, Elvira semakin mengasah keterampilannya dan memperdalam pengetahuannya di bidang perikanan.

Ketertarikannya pada dunia perikanan tidak datang secara tiba-tiba. Kesadaran akan pentingnya sektor ini bagi ketahanan pangan dan ekonomi nasional mendorong Elvira untuk mendalami bidang tersebut. Baginya, perikanan bukan sekadar studi akademik, tetapi juga memiliki dimensi ilmiah dan praktis yang menarik. Aspek pembenihan, manajemen kesehatan ikan, kualitas air, hingga pengolahan hasil perikanan menjadi bagian dari keahliannya. Ia juga menyadari bahwa perikanan memiliki potensi besar untuk mendukung keberlanjutan ekosistem dan menjadi pilar penting dalam ketahanan pangan dunia.

Memasuki tahun terakhir kuliahnya di IPB pada tahun 2024, Elvira mendapat kesempatan untuk menjadi asisten dosen (asdos). Peran ini tidak hanya memberikan pengalaman mengajar, tetapi juga memperdalam pemahamannya dalam bidang perikanan. “Saya ingin terus belajar dan berbagi ilmu dengan mahasiswa,” ungkapnya. Baginya, menjadi asdos adalah kesempatan emas untuk memperkuat pemahamannya sekaligus berkontribusi dalam pendidikan. Menjadi seorang asdos tidak hanya menuntut penguasaan materi, tetapi juga kemampuan untuk menyampaikannya dengan cara yang mudah dipahami oleh mahasiswa yang memiliki latar belakang dan pemahaman yang berbeda-beda.

Dalam perjalanan akademiknya sebagai asisten dosen, Elvira mengalami berbagai suka dan duka. Ia merasa bangga ketika melihat mahasiswa yang dibimbingnya berkembang dan semakin memahami materi yang ia ajarkan. Namun, tantangan terbesar dalam mengajar adalah bagaimana menyampaikan materi dengan cara yang menarik dan mudah dipahami oleh semua mahasiswa. “Ilmu harus dibagikan agar bermanfaat lebih luas,” itulah prinsip yang selalu ia pegang teguh dalam perjalanannya. Selain itu, ia juga menyadari bahwa menjadi seorang pendidik membutuhkan kesabaran dan kemampuan untuk terus belajar agar selalu relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

Tidak hanya aktif dalam kegiatan mengajar, Elvira juga telah berkontribusi dalam berbagai penelitian di bidang perikanan. Ia pernah melakukan penelitian terkait manajemen pembenihan dan kesehatan ikan, serta menjalani magang di berbagai institusi perikanan untuk memperdalam pemahamannya tentang praktik di apangan. Semua pengalaman ini semakin mengukuhkan keyakinannya bahwa perikanan adalah bidang yang ingin ia tekuni lebih dalam.

Bagi Elvira, perkembangan pendidikan dalam bidang perikanan saat ini sangat pesat, terutama dengan hadirnya teknologi baru dalam akuakultur dan manajemen perikanan. Namun, ia juga menyadari tantangan besar yang dihadapi, yaitu memastikan kurikulum tetap relevan dengan kebutuhan industri. Ia berharap agar ada lebih banyak program yang menjembatani mahasiswa dengan dunia kerja sehingga mereka siap menghadapi tantangan setelah lulus. Menurutnya, pendidikan perikanan tidak hanya harus fokus pada teori, tetapi juga harus memberikan pengalaman praktis yang cukup kepada mahasiswa agar mereka siap terjun ke dunia kerja.

Ketika ditanya mengenai harapan masa depannya, Elvira menjawab dengan penuh optimisme. Ia ingin terus berkembang dalam dunia perikanan, baik melalui penelitian maupun kontribusi dalam pendidikan. Selain itu, ia juga bercita-cita untuk berperan aktif dalam pengembangan inovasi di bidang akuakultur dan manajemen perikanan agar sektor ini semakin maju. Untuk para mahasiswa yang ingin menekuni bidang ini, ia berpesan agar tidak ragu untuk terjun ke lapangan dan memperluas pengalaman. “Dunia perikanan memiliki banyak peluang, dan dengan tekad serta kerja keras, ada banyak hal yang bisa dicapai,” ujarnya dengan penuh semangat.

Dengan dedikasi dan kecintaannya pada dunia perikanan, Elvira Yusnina Marpaung telah menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya tentang menerima ilmu, tetapi juga tentang berbagi dan mengaplikasikannya untuk kebaikan yang lebih luas. Masa depannya dalam dunia akademik dan perikanan tampak cerah, dan kiprahnya akan terus menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya. Dengan semangat dan kerja kerasnya, ia siap untuk terus berkontribusi dalam pengembangan sektor perikanan di Indonesia dan dunia.

Dedikasi Elvira terhadap perikanan tidak hanya terbatas dalam lingkup akademik. Ia juga memiliki visi untuk membangun ekosistem pendidikan yang lebih baik dalam bidang ini. Menurutnya, integrasi antara teori dan praktik sangat penting dalam mencetak lulusan yang siap terjun ke dunia industri. Oleh karena itu, ia berencana untuk terus mengembangkan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan aplikatif agar mahasiswa lebih siap menghadapi tantangan di lapangan.

Selain itu, Elvira juga berharap dapat terlibat dalam lebih banyak penelitian dan proyek yang berkontribusi terhadap pengembangan perikanan berkelanjutan. Salah satu fokusnya adalah menciptakan inovasi dalam teknologi pembenihan ikan yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Ia percaya bahwa dengan riset yang tepat, sektor perikanan dapat semakin maju tanpa merusak ekosistem yang ada.

Inspirasi Elvira tidak hanya berasal dari para akademisi yang ia kagumi, tetapi juga dari pengalaman pribadinya. Perjalanannya sebagai mahasiswa hingga menjadi asisten dosen mengajarkan banyak hal tentang pentingnya ketekunan dan kerja keras. Ia selalu percaya bahwa kesuksesan tidak datang secara instan, tetapi melalui proses belajar yang panjang dan dedikasi yang tinggi.

Baginya, peran seorang pendidik tidak hanya sebatas menyampaikan ilmu, tetapi juga membimbing dan menginspirasi mahasiswa agar mereka memiliki semangat untuk terus berkembang. Oleh karena itu, ia selalu berusaha menjadi contoh bagi mahasiswanya, baik dalam hal akademik maupun dalam etos kerja yang baik.

Dengan semangat dan kerja kerasnya, Elvira Yusnina Marpaung telah membuktikan bahwa dunia perikanan bukan hanya tentang menangkap atau membudidayakan ikan, tetapi juga tentang membangun sistem yang lebih baik untuk masa depan yang lebih berkelanjutan. Perjalanannya masih panjang, tetapi satu hal yang pasti, ia akan terus berkontribusi dalam perkembangan sektor perikanan Indonesia dan dunia. (Red/*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini