spot_img
BerandaBIEkonomi Tetap Kuat di Tengah Ketidakpastian Global

Ekonomi Tetap Kuat di Tengah Ketidakpastian Global

IMG 20240430 WA0006 1
Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprakirakan tetap kuat di tengah meningkatnya ketidakpastian global, IGP Wira Kusuma saat Bincang Bareng Media (BBM),Selasa 30/4/2024, Nusa Dua Cafe & Restro ; – Ex Rumah Sakit Tembakau Deli Medan/Foto : Hery Manalu/kopitimes
Kopi Times | Medan :
Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprakirakan tetap kuat di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi global 2024 mencapai 3,1%.

Hal ini dipaparkan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sumatera Utara, IGP Wira Kusuma saat Bincang Bareng Media (BBM), Selasa (30/4/2024) di Nusa Dua Coffee & Resto Jalan Putri Hijau Medan.

“Ekonomi Indonesia diprediksikan akan tetap tangguh di tahun 2024, meskipun dibayangi oleh ketidakpastian global yang semakin meningkat. Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi global 2024 mencapai 3,1%, namun Indonesia diyakini dapat melampaui angka tersebut”‘, sebutnya.

Konsumsi rumah tangga merupakan daya penggerak utama bagi Indonesia. Meningkatnya daya beli masyarakat, didorong oleh berbagai faktor seperti peningkatan pendapatan dan stabilitas lapangan kerja, akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk menarik investasi, baik dari dalam maupun luar negeri. Hal ini akan mempercepat laju pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru.

Sektor ekspor Indonesia diprediksikan akan tetap tumbuh di tahun 2024, meskipun dibayangi oleh perlambatan secara global. Hal ini didorong oleh permintaan global terhadap beberapa komoditas ekspor utama Indonesia seperti batubara, kelapa sawit, dan nikel.

Meskipun diprediksikan kuat, masih ada beberapa tantangan yang perlu diwaspadai, di antaranya, ketidakpastian geopolitik, perang di Ukraina dan ketegangan geopolitik lainnya dapat mengganggu rantai pasokan global dan menaikkan harga energi. Hal ini dapat berdampak negatif terhadap Indonesia.

Pengetatan kebijakan moneter global: Bank sentral di negara-negara maju, seperti Amerika Serikat, sedang menaikkan suku bunga untuk mengatasi inflasi. Hal ini dapat menyebabkan aliran modal keluar dari negara-negara berkembang seperti Indonesia dan melemahkan nilai tukar rupiah.

Inflasi masih menjadi ancaman bagi Indonesia. Jika inflasi tidak terkendali, daya beli masyarakat akan menurun dan dapat menghambat pertumbuhan ekonomi

Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk menangkal risiko dan memanfaatkan peluang di tengah ketidakpastian global. Di antaranya dengan memperkuat ketahanan pangan dan energi, mempercepat pembangunan infrastruktur, dan meningkatkan daya saing produk ekspor.

Dengan kerja sama dan kegigihan semua pihak, Indonesia diyakini dapat terus bertumbuh dan menjadi lebih tangguh di tengah ketidakpastian global. Pertumbuhan ekonomi terutama ditopang kinerja ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan sejalan dengan konsumsi yang tinggi. (Red/Hery Manalu)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini