Vania Trixie Azzahra, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB University
Padang Panjang, Sumatera Barat, melahirkan banyak individu berprestasi, salah satunya adalah Pricila Aurora Adycha, atau yang akrab disapa Pricil. Mahasiswi semester 8 jurusan Teknologi dan Manajemen Pembenihan Ikan di Sekolah Vokasi IPB University ini memiliki perjalanan akademik yang menarik. Di tengah kesibukan menyelesaikan studinya, ia juga menjalani peran sebagai asisten dosen (asdos), aktif dalam organisasi kampus, serta mengembangkan usaha kewirausahaan. Perjalanan akademik dan profesionalnya mencerminkan dedikasi dan manajemen waktu yang luar biasa dalam menyeimbangkan berbagai tanggung jawab.
Lahir pada 22 Januari 2002 di Padang Panjang, Sumatera Barat, Pricil berasal dari keluarga yang menjunjung tinggi pendidikan. Pendidikan formalnya dimulai di MTsN Padang Panjang sebelum melanjutkan ke SMAN 1 Padang Panjang. Setelah lulus, ia sempat berkuliah di salah satu universitas di Padang, namun merasa kurang cocok dengan lingkungan akademiknya. Keinginannya untuk mendapatkan pengalaman dan jaringan yang lebih luas membawanya ke IPB University, di mana ia menjadi bagian dari angkatan 58 di program studi Teknologi dan Manajemen Pembenihan Ikan.
Sejak kecil, Pricil telah menunjukkan ketertarikan pada bidang perikanan, terutama dalam aspek teknologi dan manajemen yang mendukung keberlanjutan industri tersebut. Selama masa studinya di IPB, ia aktif dalam berbagai kegiatan akademik dan non-akademik. Ia selalu berusaha untuk menjaga keseimbangan antara teori dan praktik, dengan mengikuti berbagai seminar, pelatihan, serta kegiatan lapangan yang menunjang pemahamannya terhadap industri perikanan. Kedisiplinan dan kerja kerasnya membuatnya menjadi salah satu mahasiswa yang menonjol di jurusannya.
Keputusan Pricil untuk berpindah universitas bukanlah langkah yang mudah. Ia harus beradaptasi dengan lingkungan baru, sistem akademik yang lebih kompetitif, serta tuntutan studi yang lebih tinggi. Namun, dengan semangat dan tekadnya, ia mampu melewati masa transisi tersebut dengan baik. Ia merasa bahwa IPB memberikan lebih banyak kesempatan untuk berkembang, baik dalam aspek akademik maupun non-akademik.
Selain fokus pada akademik, Prisil juga aktif dalam berbagai organisasi kampus. Selama satu tahun, ia menjabat sebagai HRD di organisasi keagamaan (Rohis), sebuah peran yang membantunya mengembangkan keterampilan kepemimpinan dan manajemen sumber daya manusia. Pengalamannya dalam organisasi ini membantunya memahami pentingnya komunikasi dan koordinasi dalam menjalankan sebuah organisasi.
Tidak hanya itu, ia juga turut berperan dalam kepanitiaan acara Reforrest 2023, sebuah program yang berfokus pada penghijauan dan pelestarian lingkungan. Melalui keterlibatannya di acara ini, ia semakin sadar akan pentingnya keseimbangan ekosistem dalam industri perikanan dan lingkungan secara keseluruhan. Kesadaran inilah yang kemudian mendorongnya untuk mencari solusi inovatif dalam praktik budidaya perikanan yang lebih berkelanjutan.
Keterlibatannya dalam organisasi juga membuatnya lebih terbuka terhadap berbagai perspektif dan pengalaman. Ia belajar bekerja sama dengan orang-orang dari berbagai latar belakang dan disiplin ilmu, yang pada akhirnya membantu membangun jaringan yang luas untuk masa depannya.
Pada semester 8 ini, Pricil memulai peran sebagai asisten dosen, sebuah kesempatan yang didapatkan melalui rekomendasi dari asisten dosen lain. Keputusan untuk menjadi asisten dosen bukanlah sesuatu yang datang dengan mudah, namun ia melihatnya sebagai kesempatan emas untuk belajar lebih dalam mengenai dunia akademik. Sebagai asisten dosen, ia bertanggung jawab membantu dalam penyusunan materi, pengajaran, serta asistensi praktikum bagi mahasiswa junior.
Perannya sebagai asisten dosen juga membantunya mengasah keterampilan komunikasi dan kepemimpinan. Ia belajar bagaimana menghadapi mahasiswa dengan berbagai latar belakang dan tingkat pemahaman yang berbeda. Pengalaman ini tidak hanya memberinya wawasan akademik yang lebih luas tetapi juga keterampilan interpersonal yang sangat berharga untuk kariernya di masa depan.
Selain itu, Pricil juga merasakan tantangan dalam membagi waktunya antara kegiatan mengajar dan studinya sendiri. Ada kalanya ia harus bekerja hingga larut malam untuk memastikan bahwa tugas-tugas akademik dan tanggung jawab sebagai asdos bisa berjalan seimbang. Namun, dengan dedikasi dan manajemen waktu yang baik, ia berhasil menyelesaikan semua kewajibannya dengan optimal.
Selain perannya sebagai asdos, Prisil juga tengah menjalankan penelitian yang melibatkan budidaya ikan platydoras (ikan hias). Setiap hari, ia harus memastikan ikan-ikan tersebut mendapatkan perawatan dan pakan yang cukup. Mengelola penelitian sambil menjalankan tugas akademik dan organisasi tentu bukan perkara mudah, namun ia menemukan cara untuk mengatur waktunya dengan baik.
Ia menerapkan prinsip disiplin dan skala prioritas dalam menjalankan semua aktivitasnya. Dengan jadwal yang ketat, ia selalu menyempatkan waktu untuk refleksi dan evaluasi guna memastikan semua tugasnya dapat diselesaikan dengan optimal. Manajemen waktu yang baik menjadi kunci utama dalam menjalankan peran sebagai mahasiswa dan asisten dosen.
Menjadi asisten dosen bukan tanpa tantangan. Ia harus menghadapi mahasiswa dengan berbagai karakter dan tingkat pemahaman yang berbeda. Namun, pengalaman ini menjadi pelajaran berharga baginya. Salah satu tantangan terbesarnya adalah membagi perhatian antara tugas akademik dan tanggung jawab sebagai asisten dosen tanpa mengorbankan keduanya.
Di sisi lain, ia juga berhasil meraih prestasi dengan mendapatkan dana untuk proyek kewirausahaan yang ia jalankan. Tidak hanya itu, ia juga aktif mengikuti program kewirausahaan lanjutan untuk terus mengembangkan usahanya. Keberhasilannya dalam memperoleh pendanaan menunjukkan bahwa ide dan konsep bisnis yang ia kembangkan memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut.
Pricil menekankan bahwa prinsip hidupnya banyak dipengaruhi oleh ibunya, yang selalu mengajarkan pentingnya iman, disiplin diri, dan optimisme dalam menghadapi tantangan. Ia meyakini bahwa dengan kerja keras dan ketekunan, seseorang dapat mencapai apa yang mereka impikan. Prinsip ini menjadi landasan dalam setiap keputusan yang ia ambil, baik dalam kehidupan akademik maupun profesional.
Setelah lulus, Pricil berencana untuk terus mengembangkan usaha kewirausahaannya dan menjadikannya sebagai entitas hukum berbentuk Perseroan Terbatas (PT). Selain itu, ia ingin tetap aktif dalam bidang akademik dan penelitian sebagai bentuk kontribusi terhadap dunia pendidikan dan industri perikanan.
Baginya, pendidikan adalah investasi jangka panjang yang akan membawa dampak besar bagi masa depan. Ia berharap dapat mengembangkan inovasi baru dalam industri perikanan yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi tetapi juga ramah lingkungan. Dengan semangat dan dedikasi tinggi, perjalanan akademik dan profesionalnya menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain. Ia membuktikan bahwa dengan manajemen waktu yang baik, segala peran dan tanggung jawab dapat dijalankan secara optimal.
Dengan berbagai pengalaman dan pencapaiannya, Pricil bertekad untuk menjadi agen perubahan di bidang perikanan dan kewirausahaan. Kisahnya mengajarkan bahwa tidak ada batasan bagi mereka yang memiliki tekad kuat dan kemauan untuk terus belajar dan berkembang. (Red/”)