spot_img
BerandaSuara Anak NegeriInvestasi Air untuk Ketahanan Pangan

Investasi Air untuk Ketahanan Pangan

Oleh: Hery Buha Manalu

Ketahanan pangan adalah tulang punggung ekonomi nasional. Tanpa pasokan pangan yang stabil, inflasi sulit dikendalikan, daya beli masyarakat terancam, dan sektor industri pun terkena dampaknya. Namun, di balik ketahanan pangan, ada faktor mendasar yang sering terlupakan: ketersediaan air bersih dan irigasi yang memadai.

Data menunjukkan bahwa 27 juta penduduk Indonesia masih kesulitan mendapatkan akses air bersih, sementara banyak wilayah pertanian masih bergantung pada pola hujan yang semakin tidak menentu akibat perubahan iklim. Inilah yang melatarbelakangi Program Manunggal Air, sebuah inisiatif kolaboratif antara Bank Indonesia (BI) dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) yang resmi diluncurkan pada 24 Februari 2025 di Mojokerto, Jawa Timur.

Program ini tidak hanya sekadar menyediakan air bersih bagi rumah tangga, tetapi juga memiliki dampak strategis bagi ketahanan pangan dan ekonomi nasional. Bagaimana air dapat menjadi solusi bagi pertanian dan bagaimana program ini berperan dalam stabilitas ekonomi Indonesia? Mari kita bahas lebih dalam.

Air Bersih Kunci Produktivitas Pertanian

Air bukan sekadar kebutuhan dasar manusia, tetapi juga faktor utama dalam sektor pertanian. Dalam skala nasional, lebih dari 70% penggunaan air di Indonesia dialokasikan untuk pertanian, tetapi masih banyak lahan pertanian yang mengalami kekeringan karena minimnya akses air.

Program Manunggal Air hadir sebagai solusi dengan membangun 123 titik sumur pompa air di delapan provinsi, seperti Sumatera Utara, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Timur. Infrastruktur ini memberikan akses air bagi 18.391 keluarga atau sekitar 37.085 jiwa, termasuk petani yang selama ini kesulitan mendapatkan irigasi yang stabil.

Dampaknya sangat jelas, produktivitas pertanian akan meningkat, sehingga pasokan pangan bisa lebih stabil dan harga lebih terkendali. Dalam konteks ekonomi, peningkatan produksi pangan akan menekan angka impor, menjaga stabilitas inflasi, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

Sinergi BI dan TNI AD Menjaga Stabilitas Ekonomi

Dalam ekonomi, ketahanan pangan berbanding lurus dengan ketahanan ekonomi. Ketika produksi pangan terganggu akibat kurangnya air, harga kebutuhan pokok melonjak, daya beli masyarakat menurun, dan inflasi pun naik.

Deputi Gubernur BI, Doni P. Joewono, menekankan bahwa Program Manunggal Air berkontribusi dalam tiga aspek utama:

1. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan air bersih dan mendukung produktivitas ekonomi lokal.

2. Sejalan dengan visi pembangunan nasional, terutama dalam mewujudkan ketahanan sumber daya di sektor pangan dan energi.

3. Mendorong kolaborasi lintas sektor, di mana BI dan TNI AD berperan sebagai fasilitator bagi pembangunan yang berdampak luas.

Dukungan ini juga ditegaskan oleh Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, yang menegaskan bahwa TNI AD siap membantu kebijakan pemerintah yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Dengan langkah ini, program ketahanan pangan tidak lagi menjadi sekadar retorika, tetapi aksi nyata di lapangan.

Dampak Langsung terhadap Inflasi dan Pasar Pangan

Saat air tersedia dengan baik untuk pertanian, hasil panen lebih stabil, yang berarti harga beras, sayur, dan komoditas lain bisa lebih terkendali. Sebaliknya, jika irigasi terganggu, produksi turun dan harga pangan melonjak, yang akhirnya berkontribusi terhadap inflasi.

Dalam jangka panjang, akses air yang lebih baik akan mengurangi ketergantungan impor pangan, yang selama ini menjadi salah satu faktor defisit neraca perdagangan Indonesia. Akses air akan meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat desa, karena pertanian yang lebih produktif akan membuka peluang kerja dan meningkatkan pendapatan petani. Akses air juga akan memperkuat daya saing produk pertanian nasional, baik untuk pasar domestik maupun ekspor.

Selain itu, Program Manunggal Air juga memanfaatkan teknologi seperti pompa hidram, sumur bor, dan sistem gravitasi agar distribusi air lebih efisien dan ramah lingkungan. Dengan pendekatan ini, Indonesia dapat membangun sistem ketahanan pangan yang lebih tangguh dalam menghadapi perubahan iklim global.

Investasi pada Air adalah Investasi pada Masa Depan

Program Manunggal Air bukan sekadar proyek sosial, tetapi merupakan investasi strategis dalam ketahanan pangan dan ekonomi nasional. Dengan memastikan bahwa air tersedia bagi pertanian, kita tidak hanya menjaga produksi pangan tetap stabil, tetapi juga mengurangi tekanan inflasi, memperkuat sektor UMKM, dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Kolaborasi antara BI dan TNI AD dalam penyediaan infrastruktur air membuktikan bahwa kebijakan ekonomi yang tepat tidak hanya dilakukan melalui stabilitas moneter, tetapi juga melalui intervensi langsung dalam sektor strategis seperti pertanian.

Dengan strategi yang berkelanjutan, Indonesia bisa menjadi negara yang tidak hanya mandiri dalam pangan, tetapi juga memiliki ekonomi yang lebih kuat dan tangguh di masa depan. (Red/*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini