Muhammad Syafiq Rifaza
IPB University, Sekolah Vokasi, Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University
Dongker adalah sebuah band quartet yang sedang populer dikalangan anak muda zaman sekarang. Tak heran jika banyak para penggemar yang mengikuti budayanya, mulai dari gaya berpakaian hingga gaya hidupnya. Band yang penggemarnya akrab disebut “balada gehel” ini adalah salah satu band paling produktif di era sekarang, mulai dari merilis album baru hingga mengeluarkan video art yang ditayangkan di layar lebar.
Salah satu track dari album yang baru dirilis dongker berjudul ‘Bertaruh Pada ‘Bertaruh Pada Api’ mengambil banyak atensi para penggemar musik. Tidak hanya alunan nada yang khas dengan ke unikan band Dongker ini tetapi pesan yang ingin dibawa pada lagu ini juga sangat menarik.
Dari judul yang kita baca, pikiran kita pasti akan mengambil banyak perspektif. “Bertaruh Pada Api” bukanlah lagu yang berfokus pada isu politik, meskipun banyak pendengar yang menafsirkannya demikian. Sebaliknya, lagu ini lebih menyoroti perjuangan individu dalam menghadapi tantangan hidup dan mencari makna dalam setiap pengalaman yang dilalui.
Api dalam konteks ini melambangkan semangat, risiko, dan pengorbanan yang harus dihadapi seseorang dalam perjalanan hidupnya. Lirik lagu ini menggunakan api sebagai simbol tantangan dan risiko dalam kehidupan, mencerminkan ketidakpastian dan keputusasaan.
Pada bagian awal, lirik “Bertaruh pada api, Kuharap takkan mati, Tapi sial, ini padam dan tak terang, Percuma” menggambarkan harapan yang tidak ada arti dan kekecewaan dari semua kenyataan yang tidak sesuai dengan ekspektasi. Selain itu, adanya simbol yang menggambarkan kesendirian manusia dan pertanyaannya, seperti dalam lirik “Aku sendiri, Apakah kita sendiri?”
Api dalam lagu ini dapat diartikan sebagai semangat yang diharapkan dapat menerangi jalan hidup. Namun, ketika api tersebut padam, muncul perasaan putus asa. Hal ini mencerminkan kehidupan yang sering kali tidak sesuai dengan harapan lalu datang pertanyaan tentang makna dan tujuan kita hidup selama ini.
Lagu ini juga menyoroti kekecewaan terhadap narasi-narasi besar yang sering kali mengekang kebebasan individu, salah dua contoh yang mengekang adalah negara dan agama. Pada bagian akhir, terdapat harapan akan masa depan yang lebih baik tanpa batasan-batasan tersebut: “Takkan menyerah di bawah tanah, Kabar baik menunggumu, Datang hari tanpa batas, Tanpa negara, tanpa agama.”
“Bertaruh pada Api” berhasil membangkitkan pemikiran kritis dan emosi mendalam bagi pendengarnya. Dengan lirik yang indah dan musik yang energik, lagu ini mengajak pendengar untuk merenungkan tantangan hidup dan makna makna yang hilang.
“Bertaruh pada Api” adalah salah satu karya Dongker yang menawarkan lebih dari sekadar musik, tetapi lagu ini adalah sebuah cerminan yang mendalam tentang kehidupan, harapan, dan kekecewaan. (Red/*)