spot_img
BerandaAkademikaSeminar Pengenalan Eco Enzim di STT Paulus Medan, Solusi Sederhana Cegah Global...

Seminar Pengenalan Eco Enzim di STT Paulus Medan, Solusi Sederhana Cegah Global Warming

IMG 20241025 152951
Seminar Pengenalan Eco Enzim di STT Paulus Medan, Solusi Sederhana Cegah Global Warming/foto :Hery Buha Manalu/Kopi times.id
Kopi Times | Medan :
Sekolah Tinggi Teologi (STT) Paulus Medan menggelar seminar bertema “Pengenalan dan Penerapan Eco Enzim dalam Kehidupan Sehari-hari”, dengan narasumber Riani Lumenta.

Acara ini diadakan di lingkungan kampus tersebut pada Jumat, 25 Oktober 2024, dan dibuka oleh Wakil Ketua I STT Paulus, Rosmawaty Ndraha. Dalam sambutannya, Rosmawaty menyampaikan harapannya agar ilmu yang dibagikan dalam seminar ini dapat diterapkan oleh mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari untuk membantu mengurangi dampak pemanasan global.

Riani Lumenta, narasumber, menjelaskan bahwa eco enzim adalah salah satu solusi praktis dalam upaya meredam dampak perubahan iklim. Eco enzim sendiri merupakan hasil fermentasi dari limbah organik, seperti kulit buah dan sisa sayuran, yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga dan lingkungan.

“Eco enzim tidak hanya bermanfaat sebagai pembersih alami, tetapi juga bisa digunakan di kebun sebagai pupuk organik. Selain itu, eco enzim berfungsi sebagai detoksifikasi tubuh dan bahkan membantu penyembuhan luka,” papar Riani.

Ia juga menekankan bahwa eco enzim merupakan salah satu cara bijak untuk mengurangi limbah dan memberikan dampak positif pada lingkungan sekitar.

Manfaat Kesehatan dan Lingkungan

Dalam paparannya, Riani menjelaskan bahwa eco enzim memiliki manfaat luar biasa bagi kesehatan. Ia menyebutkan bahwa beberapa penelitian menunjukkan penggunaan eco enzim bisa membantu mengobati penyakit seperti diabetes, mempercepat penyembuhan luka bakar, hingga menjaga kesehatan kulit. “Ini bukan hanya tentang lingkungan, tapi juga kesehatan kita,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia juga memaparkan bagaimana penggunaan eco enzim secara luas di rumah tangga dan perkebunan dapat mengurangi dampak radiasi serta memperbaiki kondisi lapisan ozon.

“Jika setiap keluarga bisa membuat dan memanfaatkan eco enzim, kita bisa bersama-sama menjaga bumi agar tetap sehat dan mencegah kerusakan lebih lanjut,” jelas Riani.

Proses Pembuatan Mudah dan Murah

Dalam sesi praktik, Riani memandu peserta membuat eco enzim dari bahan-bahan sederhana yang mudah didapat, seperti kulit buah dan sayuran. Menurutnya, proses fermentasi hanya memerlukan waktu beberapa minggu, dan bahan yang digunakan bisa ditemukan di dapur setiap rumah.

“Dengan memanfaatkan sisa makanan, kita tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga menghasilkan produk yang ramah lingkungan. Ini adalah langkah kecil dengan dampak besar,” katanya.

Seminar ini mengajak peserta untuk lebih peduli terhadap lingkungan melalui langkah konkret dan sederhana. Pentingnya kolaborasi antara pengetahuan dan tindakan. Kita bisa mulai dari hal kecil seperti eco enzim untuk berkontribusi dalam merawat bumi.

Seminar ini berhasil memotivasi peserta untuk memulai perubahan kecil dari rumah masing-masing. Eco enzim bukan hanya tentang produk ramah lingkungan, tetapi juga gaya hidup yang lebih sadar dan bertanggung jawab.

Dengan langkah sederhana seperti memanfaatkan limbah organik, setiap orang bisa ikut berperan dalam mengurangi dampak pemanasan global dan menjaga bumi bagi generasi mendatang.

Semangat yang ditanamkan dalam seminar ini menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan tidak harus rumit. Mulai dari dapur rumah, perubahan besar bisa tercipta dengan kebiasaan kecil yang konsisten. Ayo kita buat eco enzim. Salam Lestari,..(Red/*).

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini